ZonaBekasi,Ketua Dewan Perwakilan Cabang (DPC) Partai Gerindra Kota Bekasi Ibnu Hajar Tanjung berharap penghitungan suara hasil pemilu akan berjalan bersih dan tidak ada kecurangan.

Dikatakanya, saat ini suara partai Gerindra dikota Bekasi naik kendati baru dugaan, namun cukup signifikan.

“Dikota Bekasi naik tujuh persen. Ini kan baru dugaan dugaan, kalau kita lihat dari suara yang sudah masuk, suara kita cukup Signifikan,”ucapnya kepada beberapa awak media.

Menurut Tanjung, Quick Count hanyalah hasil penghitungan yang notabene secara hukum tidak dapat dipertanggung jawabkan. Makanya kuasa hukum Prabowo Sandi mengajukan untuk dihentikan.

“Kan sudah dihentikan, kecuali TVRI memang milik negara. Tetapi data yang dimuat TVRI, adalah data data yang sudah masuk dibeberapa tivi swasta,” ujarnya Jum’at,19/4/2019.

Sebab,menurutnya Quick Count pada pemilihan presiden kali ini berbeda dan dikhawatirkan dapat memicu masyarakat.

“Karena dimana mana kalau kita lihat dari kunjungan kegiatan Kampanye, ini diluar dugaan. Apabila terjadi seperti yang di tivi 54 dengan 46, ini terlalu jauh betul,”cetusnya.

Oleh karena itu, Ibnu Hajar Tanjung menghimbau kepada masyarakat Kota Bekasi dan diseluruh Indonesia agar dewasa dalam menyikapi hasil Demokrasi, karena apapun hasilnya untuk kemenangan rakyat Indonesia.

“Tidak ada kemenangan Jokowi, tidak ada Kemenangan Prabowo. Tapi ini adalah kemenangan rakyat dalam memimpin Indonesia lima tahun kedepan,”tukasnya. (RAN)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here