Beranda Hukum & Kriminal Palsukan Data Empat Karyawan Perusahaan Finance Dilaporkan

Palsukan Data Empat Karyawan Perusahaan Finance Dilaporkan

0
BERBAGI

ZONABEKASI-Empat orang oknum karyawan PT. FIF Group Cabang Bekasi 2, Jawa Barat harus berurusan dengan proses hukum terkait kasus penggelapan dan penipuan dengan modus menggunakan data calon nasabah fiktif. Keempat pelaku berinisial N (28), IM (27), DC (23), dan MRS (21) berhasil membobol uang perusahaan tempat mereka bekerja dengan modus pencairan dana pinjaman tunai.

Para pelaku melakukan pengajuan pinjaman pembiayaan dana tunai dengan jaminan BPKB sepeda motor, dengan mengunakan data nasabah atau konsumen fiktif. Setelah pinjaman dicairkan, uang tersebut mereka bagi rata untuk kepentingan pribadi para pelaku.

Untuk menutupi kejahatan mereka agar tidak terbongkar, para pelaku sempat beberapa kali melakukan pembayaran cicilan atas nama beberapa nasabah yang fiktif. Namun pihak perusahaan PT FIF Group Cabang Bekasi 2 yang beralamat di Jalan Jenderal Sudirman Nomor 99 Kelurahan Kranji, Kecamatan Bekasi Barat, Kota Bekasi ini, akhirnya curiga, setelah beberapa bulan kemudian tidak ada cicilan yang masuk dari nasabah-nasabah tersebut. Terlebih lagi setelah dilakukan audit oleh pihak perusahaan, ternyata beberapa BPKB yang dijadikan jaminan merupakan BPKB yang sudah diblokir oleh kepolisian karena tercatat dalam data laporan sepeda motor yang hilang.

Pihak perusahaan PT FIF Group Cabang Bekasi 2 yang diwakili oleh Edi Setiawan, Indra, dan Sandi Siswanto akhirnya melaporkan permasalahan ini ke Polsek Bekasi Kota pada tanggal 17 Januari 2019. Usai mendapat laporan, polisi langsung bergerak dan meringkus para pelaku.

Dalam keteranganya, kepala kepolisian sektor (Kapolsek) Bekasi Kota Kompol Parjana menjelaskan, seluruh BPKB yang dijadikan jaminan tersebut dibeli para pelaku secara online. “Ada 35 lembar BPKB dan data nasabah fiktif yang kami sita sebagai barang bukti, termasuk hasil audit dari PT FIF Group Cabang Bekasi 2 serta empat berkas surat keterangan kerja,” ujar Parjana.

Akibat kejadian ini, imbuh Parjana, pihak perusahaan menderita kerugian sebesar Rp 314.177.886. “Dari tiap BPKB yang dijaminkan dengan data fiktif, pelaku mendapat pencairan dana pinjaman berkisar antara Rp 1,5 juta hingga Rp 5 juta, tergantung tahun produksi masing-masing sepeda motor,” ulasnya.

Para pelaku kemudian dijerat dengan pasal berlapis, yakni Penggelapan Dalam Jabatan dan Penipuan. “Para pelaku yang memiliki peran berbeda ini terancam hukuman selama lima tahun penjara,”tutup Parjana. (AM)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here