Beranda Kesehatan Puskesmas Jatiluhur Terapkan Program JAWIL KITING Untuk Mencegah Stunting

Puskesmas Jatiluhur Terapkan Program JAWIL KITING Untuk Mencegah Stunting

0
BERBAGI

ZONABEKASI.COM, Dalam rangka Sosialisasi Pemberantasan Stunting dimasyarakat, khususnya diwilayah UPTD puskesmas Jatiluhur, kecamatan Jati Asih kota Bekasi menggelar talkshow 1000 HPK, bersama para Stakeholder, kader posyandu dan masyarakat, di halaman kelurahan Jatiluhur. Sabtu, 29/12/2018.

Usai giat yang dilaksanakan, kepala Puskesmas Jatiluhur Titik Elfifin mengatakan, melalui kegiatan talkshow 1000 Hari Pertama Kehidupan (HPK) dengan penerapan Program “Jawil Kiting” (Jaga Wilayah Kita dari Stunting) diharapkan masyarakat dapat berperan serta mencegah stunting dilingkungan wilayahnya.

“Stunting adalah kondisi di mana seseorang lebih pendek dibanding tinggi rata-rata orang yang seusia. Stunting disebabkan oleh kurangnya asupan gizi yang diterima janin atau bayi, sanitasi yang kurang baik karena tingkat kesadaran masyarakat yang masih rendah serta pola hidup dan budaya,” terang Titi kepada awak media.

Dikatakanya, “Stunting bukan hanya pada tinggi tubuh yang terhambat, stunting juga dapat mengakibatkan mudah sakit, berkurangnya kemampuan kognitif, fungsi tubuh tidak seimbang dan mengakibatkan postur tubuh tidak maksimal pada saat dewasa,” jelasnya.

Lanjut Titik, saat ini Puskesmas Jatiluhur selalu rutin melakukan sosialisasi stunting kepada para kader posyandu diwilayah.

“Kita selaku pembina wilayah rutin memberikan sosialisasi kepada para kader posyandu dan masyarakat. Selain itu, kita juga pernah ke sekolah untuk memberikan tablet vitamin penambah darah kepada para siswi dan khususnya remaja putri,” ungkapnya.

Titik berharap, melalui seminar atau talkshow 1000 HPK para stake holder dan para kader juga masyarakat akan menjadi lebih paham dan peduli dengan stunting.

“Kebetulan ini momenya pas hari libur. Kita mengundang para orang tua dan anak-anak, juga para kader posyandu. Selain agenda sosilisasi, tadi juga ada berbagai macam kegiatan, salah satunya melukis untuk anak. Mudah-mudahan dengan adanya seminar ini, masyarakat yang jarang datang ke posyandu akan jadi tahu dan memahami, sehingga angkanya bisa menurun,”paparnya.

Ditempat yang sama Kepala bidang (Kabid) kesehatan masyarakat Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bekasi Vevie Herawati menyambut baik kegiatan talkshow 1000 HPK yang dihelat Puskesmas Jatiluhur.

“Melalui talkshow 1000 hari pertama kehidupan (HPK) para kader dan ibu-ibu disini jadi bertambah wawasan apa yang musti dilakukan untuk persiapan menyambut 1000 HPK pada ibu hamil,” ujarnya kepada zonabekasi.com

Sebab, menurut Vevie, pencegahan stunting sendiri bisa dilakukan langsung melalui pemantauan tumbuh kembang pada anak secara rutin.

“Tumbuh itu bisa dilihat dari tinggi dan berat badan. Tapi kalau perkembangan bisa dilihat melalui kebiasaan anak, misal, kapan bisa duduk, berdiri, dan kapan bisa berjalan, motorik halus, motorik kasar contohnya seperti itu,”ungkapnya.

Kemudian lanjutnya, stunting dapat di cegah dengan pemenuhan gizi pada 1.000 hari pertama kehidupan dengan memperhatikan kecukupan gizi selama sebelum dan selama kehamilan.

“Memberikan air susu Ibu (ASI) ekslusif, memberikan makanan pendamping ASI sesuai kecukupan gizi anak, ibu hamil mengonsumsi tablet tambah darah dan berikan imunisasi secara lengkap kepada anak,” terangnya

Dikatakan Vevie, data stunting dikota Bekasi pada tahun 2017,  angkanya masih dibawah ambang batas nasional.

“Walaupun kita masih dibawah ambang batas nasional, tetap harus menjadi perhatian, karena kita berharap tidak ada lagi stunting diwilayah kita,” harapnya.

Siti Rokhiyah Permatasari Ahli Gizi UPTD Puskesmas Jatiluhur menambahkan, pihaknya merasa bangga dengan antusiasme warga yang hadir, sehingga  kegiatan 1000HPK Puskesmas Jatiluhur dapat berjalan sukses.

“Sebenarnya yang menjadi keungulan pada acara ini adalah kerjasama dengan pihak guru PAUD dan para ketua RW, khususnya RW 01 yang menjadi pilot project serta Posyandu Suka Asih,” ucapnya.

Selain itu,lanjut Siti, “Tadi juga ada teman Gizi (Komunitas Gizi) dari Jakarta yang menyampaikan informasi gizi dan pentingnya 100 HPK, serta menjelaskan kepada ibu-ibu yang hadir dan ibu hamil yang melakukan USG, tentang mencegah Berat Badan Lahir Rendah (BBLR) salah satunya,” pungkas Siti Rokhiyah. (RAN)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here