Beranda News Kisah Pilu Warga Bekasi Yang Berhasil Selamat Dari Tragedi Tsunami Di Tanjung...

Kisah Pilu Warga Bekasi Yang Berhasil Selamat Dari Tragedi Tsunami Di Tanjung Lesung

0
BERBAGI

ZONABEKASI.COM, Gelombang Tsunami yang melanda pantai Tanjung Lesung, Serang, Banten pada Sabtu,(22/12) lalu banyak memakan korban, lima diantaranya adalah warga Kota Bekasi.

Usai kejadian, Walikota Bekasi Rahmat Effendi meninjau langsung para korban di Anyer dan memerintahkan untuk segera di evakuasi ke RSUD kota Bekasi agar mendapat penanganan yang lebih intensif.

Dalam keterangannya, perwakilan RSUD Chasbullah Abdulmajid Kota Bekasi, melalui Manager On Duty (MOD), Tuti Amaliah megatakan, saat ini jumlah korban yang sudah ditangani oleh RSUD Kota Bekasi ada 6 (Enam) orang yang sudah mendapatkan perawatan, sedangkan satu orang sudah kembali ke rumahnya.

“Pulang atas permintaan keluarga, sedangkan pasien lainnya tidak ada yang mengalami kondisi yang parah sejauh ini,” terang Tuti, Senin,24/12/2018.

Adapun nama warga Kota Bekasi  korban tsunami yang saat ini ditangani di RSUD antara lain, Nurdin (40) warga Kali Abang Kelurahan Pejuang, Medan Satria, menderita suspeck patah lengan kanan. Yogi Sanuari (25) warga Kelurahan Pekayon, Bekasi Selatan, menderita benturan di dada. Anta (24) warga Pekayon, hanya menderita luka ringan. Doni Prasetyo (35) warga Pekayon, Bekasi Selatan, mengalami trauma benturan. Hery (33) warga Pekayon, patah tulang kaki, dan Safadi (17) warga Teluk pucung, Bekasi Utara. Sedang seorang korban lainnya yang diperbolehkan pulang atas permintaan keluarga, bernama Kusmana, karena hanya mengalami luka ringan.

Salah satu korban selamat yang dirawat di RSUD, Doni Prasetyo (35) menuturkan, gelombang tsunami datang secara tiba-tiba saat dirinya tengah tertidur. Ia sama sekali tak menduga bahwa akan terjadi tsunami.

“Jam 7 malam gunung Krakatau itu sudah erupsi, saya pikir biasa saja, karena warga juga nggak ada kepanikan. Habis itu saya tidur dikamar bertiga, yang lain di depan, nah jam 9 nan terdengar bunyi ledakan besar, nggak lama ombak datang dan yang lain sudah lari duluan, saya dibangunin tapi ombak sudah di depan vila,” ungkap Doni menceritakan awal kejadian.

Saat itu, lanjut Doni, ia mencoba menyelamatkan diri dan terjebak himpitan tembok kamar mandi, namun akhirnya dinding kamar mandi jebol diterjang hantaman ombak, ia pun terserat ombak hingga beberapa ratus meter dan berhasil selamat dengan berpegangan pada batang pohon kelapa.

“Saya sempat pasrah, hingga saya menemukan kayu dan berhasil muncul kepermukaan, kemudian saya berpegangan pada pohon kelapa hingga air surut,” ungkap Doni kepada zonabekasi.com di RSUD Kota Bekasi.

Kemudian dikatakan Doni, setelah air surut, dia mencoba berteriak meminta pertolongan, namun tidak ada yang menolong. Karena takut gelombang sususulan datang, ia pun mencoba berjalan hingga menemukan korban lain Anta dan Yogi.

“Saya terus berteriak minta tolong, akhirnya saya melihat cahaya senter dan ternyata warga. Kemudian kami dibantu oleh warga,” pungkasnya. (RAN)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here