Beranda Politik Melanggar Aturan Kampanye Status Caleg Bisa Dicopot

Melanggar Aturan Kampanye Status Caleg Bisa Dicopot

41
0
BERBAGI

ZONABEKASI.COM, Terkait adanya penemuan dugaan pelanggaran kampanye pada pemilu legislatif (Pileg) 2019 yang dilakukan oleh calon anggota legislatif (Caleg), Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kota Bekasi akan menindak tegas Caleg yang membandel melakukan kampanye di luar jadwal.

Hal itu diungkapkan Komisioner Bawaslu Kota Bekasi Divisi Pengawasan dan Hubungan antar lembaga Ali Mahyail, sebab, sesuai dengan peraturan KPU nomor 33 juga PKPU nomor 23 dan PKPU nomor 5 yang mengatur jadwal dan tahapan kampanye.

“Peserta Pileg baru boleh kampanye dimedia masa, online cetak, radio dan televisi, tujuh (7 ) hari sebelum hari tenang, atau diperkirakan setelah tanggal, 24/3/2019. Kalau sekarang mereka lakukan akan kena pasal Pidana kampanye diluar jadwal,” ujarnya kepada zonabekasi.com Senin, (3/12).

Dikatakan Ali saat ini ada puluhan Caleg dari beberapa partai politik (Parpol) yang diduga telah melakukan pelanggaran dan sedang dalam proses oleh Bawaslu Kota Bekasi.

“Untuk pelanggaran pidana , yang kita proses, kita registrasi berupa iklan dimedia cetak ada sekitar 6 sampai 7 parpol yang melibatkan hampir 60 caleg. Sedang dalam proses,”ungkap Ali Mahyail

Kemudian lanjutnya, bagi Caleg yang terbukti melanggar pemasangan alat peraga kampanye (APK) nantinya akan dikenakan Sangsi administratif berupa teguran, teguran keras, sampai dengan pembatalan sebagai Caleg.

“Sangsi administrasi berupa peringatan pertama, kemudian peringatan keras dan peringatan terakhir berupa rekomendasi penghentian sebagai Caleg ke KPU kota Bekasi agar dicopot. Artinya, dia bukan lagi peserta kampanye. Seandainya dia terpilih tidak bisa dilantik, karena statusnya bukan Caleg lagi,” jelasnya.

Ia memaparkan, Tapi terkadang para Caleg masih ngakalin aja supaya tidak terkena pidana, karena memang harus memenuhi dua (2) unsur.

“Yang disebut citra diri itu minimal akumulatif dari dua unsur, tanda gambar dan nomor caleg. Namun dalam kejahatan ada yang namanya mens rea, (niat batin pelaku) bahwa dia akan melakukan kampanye. Itu bisa kenakan juga, bisa di proses juga. Akan kita tindak tegas pelanggar tanpa pandang bulu, persoalan nanti dia dihukum atau tidak itu wewenang pengadilan,” tutup Ali. (RAN)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here