Beranda Pemerintahan Sering Meluap Kejalan,Masyarakat Kayuringin Jaya Berharap KaliJati Segera Di Optimalisasi

Sering Meluap Kejalan,Masyarakat Kayuringin Jaya Berharap KaliJati Segera Di Optimalisasi

28
0
BERBAGI

ZONABEKASI.COM, Masyarakat Kelurahan Kayuringin Jaya, Bekasi Selatan berharap pada pemerintah Kota (Pemkot) Bekasi dan Dinas terkait untuk segera melakukan optimalisasi Kali Jati yang diduga kerap menimbulkan genangan air diruas jalan akibat tidak mampu menampung luapan air hujan.

Sebab, tingginya endapan lumpur dan penyempitan badan kali akibat banyak tumbuhan liar di sisi kali diduga menyebabkan air meluap saat musim hujan,sehingga mengakibatkan genangan air setinggi kisaran 30 centimeter diruas jalan di sepanjang aliran kali.

“Endapan lumpurnya juga sudah tinggi, sehingga menimbulkan keresahan masyarakat saat memasuki musim penghujan, makanya masyarakat mengusulkan normalisasi berupa pengerukan lumpur yang ada di dasar Kali Jati,”ungkap Suryadi, Lurah Kayuringin Jaya Senin, 5/11/2018.

Dikatakan Suryadi, masyarakat berharap usulan terkait normalisasi Kali Jati menjadi skala prioritas untuk mencegah terjadinya banjir. Saat ini kondisi Kali Jati yang melintasi tiga lingkungan RW, yakni di RW 20, RW 21, dan RW 22, semakin menyempit akibat tumbuhnya tanaman-tanaman liar.

“Usulan terkait program antisipasi banjir sudah disampaikan masyarakat melalui pengurus RT dan RW setempat pada saat Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) dan diperkuat dalam kegiatan Reses anggota DPRD Kota Bekasi beberapa waktu silam,” terangnya kepada zonabekasi.com Senin, 5/11/2018.

Selain itu menurut Suryadi, masyarakat juga mengusulkan penataan pedestrian di sepanjang jalan pinggir Kali Jatidengan panjang sekitar 700 meter, untuk memberikan kenyamanan bagi pejalan kaki, sehingga tidak lagi terkesan semrawut

Ia memaparkan, meskipun usulan program normalisasi Kali Jati tidak terangkum dalam kesepakatan Forum Komunikasi RW dengan Wali Kota Bekasi, namun kami berharap usulan ini tetap menjadi program skala prioritas untuk direalisasikan.

“Karena bagaimana pun, untuk menciptakan wilayah bebas banjir memang membutuhkan waktu yang panjang. Minimal, kami tetap berupaya meminimalisir terjadinya banjir yang tentu saja sangat meresahkan masyarakat,”Pungkasnya (DIKA).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here