Beranda Hukum & Kriminal Jadi Korban Begal Mahasiswa Unisma Dianiaya dan Disekap

Jadi Korban Begal Mahasiswa Unisma Dianiaya dan Disekap

28
0
BERBAGI

ZONABEKASI.COM, Nasib naas menimpa seorang Mahasiswa bernama Sandy Hidayatullah (19). Mahasiswa Jurusan Ilmu Pemerintahan Universitas Islam 45 itu diduga menjadi korban pembegalan di Jalan Unisma, Bekasi Timur, Kota Bekasi, Kamis, 25 Oktober 2018, pukul 01.00 WIB.

Menurut Sandy peristiwa itu terjadi sekitar 01.00 WIB. Peristiwa berawal ketika dia keluar dari kampus untuk membeli makanan di daerah Rawa Semut menggunakan sepeda motornya.

Usai membeli makanan, saat perjalanan kembali ke kampus, tiba-tiba dia dipepet tiga orang menggunakan sepeda motor Vega R.

“pelaku itu boncengan bertiga, tiba-tiba langsung nodong saya pakai parang terus minta barang-barang berharga punya saya,” kata Sandy, Senin (29/10/2018).

Sandy saat itu mencoba melindungi diri namun secara brutal ketiga pelaku langsung memukul kepalanya dengan benda tumpul. Pelaku lain menyabetkan senjata tajam ke bagian punggungnya.

“saya berusaha melindungi kepala saya, tapi salah satu dari pelaku menyerang saya menggunakan senjata tajam,” ucapnya.

Korban meminta bantuan ke arah RS Mitra Keluarga, sesampai di Jalan Sersan Aswan daerah Rawasemut, korban malah diteriaki begal oleh pengendara sepeda motor lainya.

“Sempat berhenti di Rawasemut, karena ada yang berteriak begal, kirain saya ada korban lagi, ternyata orang yang berteriak itu meneriaki saya,” kata Sandy kepada Zonabekasi.com

Karena panik, ia langsung tancap gas motornya ke arah Jalan Cut Meutia, tiba di simpang dekat lampu merah yang menuju Kampus Unisma, tiba-tiba dia dipepet sebuah mobil Daihatsu Ayla berwarna putih.

Dari dalam mobil turun dua orang yang mengaku sebagai polisi. Sandy sempat di interogasi dan dimintai identitasnya, lalu katanya ingin dibawa ke Polres Metro Bekasi Kota.

“Saya coba yakinin ke empat orang yang mengaku polisi kalau saya bukan begal. Saya korban begal. Saya bilang juga kalau saya mahasiswa Unisma, ini identitas saya, semua saya tunjukin, tapi saya di suruh masuk mobil dan saya tetep dituduh begal,” terang dia.

Di dalam perjalanan Sandy diikat tangannya menggunakan lakban dan mulutnya ditutup pakai lakban, disuruh menunduk dan sempat mendapatkan kekerasan fisik diperjalanan. Kepada Sandy, mereka mengaku hendak membawanya ke Polres Metro Bekasi Kota.

“tangan saya di ikat pakai lakban dan mata juga mulut saya ditutup menggunakan lakban juga,” ujarnya.

Tetapi, bukan dibawa ke Polres Metro Bekasi Kota, korban malah dibawa ke sebuah rumah kontrakan kosong di daerah Pondok Gede, dan ditinggalkan di sana.

“Mereka cuma bilang saya jangan kemana-mana, diem-diem ditempat ini, kalau kabur bakal ditembak, terus saya tanya bapak mau kemana, lalu mereka bilang mau balik ke TKP dekat kampus Unisma,” jelas Sandy.

Hingga sekitar pukul 06.30 WIB ada seorang warga yang menolongnya dan menelepon Polsek sekitar. Dari keterangan warga,dia disekap di daerah Pondok Gede.

“Gak lama warga datang, lalu datang Polisi pakai seragam dinas introgasi saya, nanya alamat saya kenapa saya bisa sampai disana,” ujarnya.

Adapun sepeda motor yang dikendarai Sandy hilang entah kemana dibawa orang saat dia diangkut ke dalam mobil menuju lokasi penyekapan.

Kapolres Metro Bekasi Kota Kombes Indarto membenarkan kejadian tersebut, hingga kini pihaknya masih melakukan penyelidikan terkait kasus itu.

“kami sedang lidiki, sementara kerugian satu unit sepeda motor milik korban saja,” ujar Indarto. (DIKA)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here