Beranda News Uang Palsu Beredar Jelang Pilkada

Uang Palsu Beredar Jelang Pilkada

8
0
BERBAGI

Kekhawatiran beredarnya uang palsu jelang Pilkada serentak 2018 semakin kuat. Pasalnya, pada tahun 2018, Polres Cilacap mendapati 2 kasus peredaran uang palsu dari warga Tasikmalaya di Kecamatan Wangon, Kabupaten Banyumas, Jawa tengah.

Peredaran upal diwaspadai agar tak dimanfaatkan orang-orang tak bertanggung jawab untuk money politics.

Dua kasus peredaran uang palsu saat itu terjadi di wilayah Jeruk Legi Wetan dan Majenang. Satu kasus melibatkan Kepala Desa yang membeli upal, satu lainnya melibatkan tukang ojek yang membeli uang palsu di Salem, Kabupaten Brebes.

Kapolres Cilacap AKBP Djoko Julianto mengatakan, uang palsu sudah mulai banyak beredar di wilayah Cilacap. Pihaknya tengah mengantisipasi peredarannya berkaitan dengan persiapan Pilkada.

Djoko juga menegaskan, jajaran polres Cilacap akan terus berupaya terus berkoordinasi agar uang palsu jangan disalahgunakan oleh masyarakat untuk money politik.

“Jangan sampai masyarakat tertipu oleh uang palsu ini,” kata Djoko.

Saat ini, Polres Cilacap pun terus mengembangkan temuan peredaran uang palsu baik ke pemilik dan pembuat. Kediaman penjual yang diduga berada di Tasikmalaya Jawa Barat juga telah didatangi namun didapati tanpa penghuni. Informasi sementara dari penyelidikan, diduga sudah ada Rp 50 juta sampai Rp 100 juta uang palsu yang telah diproduksi.

“Kita terus selidiki. Kita juga akan koordinasi dengan Panwaslu dan KPU mewaspadai uang palsu juga money politic,” ujarnya.

Dari temuan dua kasus tersebut, Polres Cilacap berhasil menyita senilai Rp 5 juta, terdiri dari pecahan Rp 100 ribu dan Rp 50 ribu. Tiga tersangka pengedar telah diamankan yakni Muslimin, kepala Desa Jeruk Legi Wetan dan Mijo serta Ismawan warga Majenang yang sehari-hari bekerja sebagai tukang ojek.

“Ketiganya membeli uang palsu dengan perbandingan 1 uang asli ditukar dengan 2 uang palsu,” kata Djoko.(red)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here